Lewati ke konten utama
Hilir · Tujuan & penerimaTahap 10 dari 12

Pelabuhan Tujuan & Kepabeanan Impor

Barang tiba, negara tujuan memeriksa.

Kontainer dibongkar dan ditimbun sementara di terminal. Importir atau PPJK mengajukan deklarasi impor, membayar bea dan pajak, lalu menunggu keputusan jalur pemeriksaan. Setelah izin keluar terbit dan delivery order diterima, kontainer boleh keluar pelabuhan.

Durasi umum
1–7 hari
Lokasi
Terminal pelabuhan tujuan dan tempat penimbunan sementara
Pelaku utama
5 pihak terlibat

Masukan

  • Kapal tiba beserta manifest
  • Arrival notice
  • B/L asli atau telex release, invoice, packing list, dan sertifikat asal

Keluaran

  • Izin keluar dari pabean (di Indonesia: SPPB)
  • Delivery order dari pelayaran
  • Kontainer keluar pelabuhan menuju DC

Langkah demi langkah

6 langkah kerja di tahap ini

Urutan kerja yang umum dipakai operator berpengalaman, lengkap dengan hal yang wajib diperiksa di setiap langkah.

  1. 01

    Bongkar dan penimbunan

    Crane STS membongkar kontainer dan menempatkannya di lapangan penumpukan sementara di bawah pengawasan pabean.

    • Masa bebas biaya penumpukan mulai dihitung sejak kontainer dibongkar
    • Kontainer reefer langsung disambungkan ke listrik
  2. 02

    Deklarasi impor

    Importir atau PPJK mengajukan deklarasi impor beserta HS code, nilai pabean, dan dokumen pendukung. Di Indonesia, dokumen ini adalah PIB yang diajukan melalui CEISA.

    • Nilai pabean menjadi dasar perhitungan bea masuk dan pajak impor
    • Barang lartas wajib dilengkapi izin dari instansi terkait
  3. 03

    Pembayaran bea dan pajak

    Bea masuk dan pajak dalam rangka impor dibayar sebelum barang dilepas, kecuali barang mendapat fasilitas seperti penimbunan di kawasan berikat.

    • Tarif preferensi berlaku bila sertifikat asal sah dan memenuhi syarat
    • Selisih nilai atau klasifikasi dapat memicu tagihan tambahan dan sanksi
  4. 04

    Penetapan jalur pemeriksaan

    Sistem pabean menetapkan jalur berdasarkan profil risiko. Contoh di Indonesia: jalur merah dengan pemeriksaan fisik dan dokumen, jalur kuning dengan penelitian dokumen, jalur hijau tanpa pemeriksaan fisik, atau layanan MITA bagi importir bereputasi baik.

    • Jalur merah menambah waktu karena kontainer dipindah ke area pemeriksaan
    • Karantina memeriksa komoditas hewan, tumbuhan, ikan, dan pangan
  5. 05

    Izin keluar dan delivery order

    Setelah pemeriksaan selesai, pabean menerbitkan izin keluar. Penerima menyerahkan B/L asli atau bukti telex release, melunasi biaya lokal, dan menerima delivery order dari agen pelayaran.

    • Biaya lokal meliputi THC, dokumen, dan penumpukan bila melewati masa bebas
    • Terminal mencocokkan izin pabean dan delivery order sebelum kontainer dilepas
  6. 06

    Gate-out dan pengembalian kontainer

    Truk mengambil kontainer, kondisinya dicatat di EIR, lalu kontainer dibawa ke DC. Setelah dibongkar, kontainer kosong dikembalikan ke depo yang ditunjuk sebelum masa bebas berakhir.

    • Demurrage berlaku bila kontainer penuh terlalu lama di terminal
    • Detention berlaku bila kontainer terlambat dikembalikan dalam keadaan kosong

Ukuran kinerja

KPI yang dipantau di tahap ini

Target berikut adalah acuan praktik baik. Angka aktual menyesuaikan kontrak, komoditas, dan rute.

  • Waktu clearance

    ≤ 2 hari

    Dari kapal sandar hingga izin keluar pabean terbit.

  • Dwelling time

    ≤ 3 hari

    Lama kontainer di terminal sejak dibongkar hingga keluar pelabuhan.

  • Biaya demurrage dan detention

    0

    Tidak melampaui masa bebas yang diberikan pelayaran dan terminal.

  • Deklarasi tanpa koreksi

    ≥ 98%

    Deklarasi diterima tanpa koreksi nilai atau klasifikasi.

Risiko & mitigasi

Apa yang bisa salah, dan cara mencegahnya

  • Risiko: Jalur merah menahan barang beberapa hari

    Pencegahan: Klasifikasi dan nilai yang akurat, dokumen lengkap, dan rekam jejak kepatuhan yang konsisten.

  • Risiko: Biaya demurrage membengkak

    Pencegahan: Siapkan deklarasi sebelum kapal tiba dan jadwalkan truk segera setelah izin keluar terbit.

  • Risiko: Izin lartas belum dimiliki

    Pencegahan: Cek persyaratan impor sejak tahap perencanaan dan urus izin lebih awal.

  • Risiko: Kontainer kosong terlambat dikembalikan

    Pencegahan: Pantau tanggal akhir masa bebas dan jadwalkan pengembalian segera setelah devanning.

Titik serah terima

Kontainer keluar pelabuhan dan diserahkan ke DC tujuan bersama dokumen pelepasannya.

Tips praktis

  • Ajukan deklarasi impor sebelum kapal sandar bila aturan setempat mengizinkan.
  • Negosiasikan masa bebas yang lebih panjang dengan pelayaran untuk pengiriman yang rawan pemeriksaan.