Pengangkutan Laut & Transshipment
Bagian terpanjang perjalanan, dipantau dari darat.
Kapal feeder membawa kontainer ke pelabuhan hub untuk transshipment, lalu kapal induk melanjutkan rute antarbenua. Selama di laut, posisi kapal, suhu reefer, dan perkiraan tiba terus diperbarui, sementara dokumen diproses agar kargo bisa dilepas saat tiba.
- Durasi umum
- 7–40 hari, tergantung rute
- Lokasi
- Laut lepas dan pelabuhan transshipment, misalnya Singapura
- Pelaku utama
- 4 pihak terlibat
Masukan
- Kontainer di atas kapal
- Bill of Lading dan manifest
- Jadwal dan rute kapal
Keluaran
- Kapal tiba di pelabuhan tujuan
- Dokumen dan pembayaran siap untuk pelepasan kargo
- Data perjalanan yang lengkap
Langkah demi langkah
6 langkah kerja di tahap ini
Urutan kerja yang umum dipakai operator berpengalaman, lengkap dengan hal yang wajib diperiksa di setiap langkah.
- 01
Feeder ke pelabuhan hub
Dari pelabuhan muat, kontainer dapat diangkut kapal feeder ke pelabuhan hub besar bila tidak ada layanan langsung ke tujuan.
- Rute langsung lebih cepat, transshipment memberi lebih banyak pilihan jadwal
- Setiap transshipment menambah satu titik risiko keterlambatan
- 02
Transshipment
Di pelabuhan hub, kontainer dibongkar, ditumpuk sementara, lalu dimuat ke kapal induk menuju tujuan.
- Waktu tunggu transshipment bisa beberapa hari
- Pelayaran memantau koneksi agar kontainer tidak tertinggal
- 03
Pelayaran utama
Kapal induk berlayar di rute utama. Posisi kapal dipantau melalui AIS, dan jadwal diperbarui bila ada cuaca buruk atau kongesti pelabuhan.
- Kapal terbesar saat ini mampu membawa lebih dari 20.000 TEU
- Kecepatan sering diturunkan (slow steaming) untuk menghemat bahan bakar dan emisi
- 04
Pemantauan reefer dan kondisi
Unit reefer terhubung ke listrik kapal dan dipantau secara berkala. Kontainer dengan sensor pintar mengirim data suhu, guncangan, dan pembukaan pintu.
- Kru kapal memeriksa unit reefer secara berkala selama pelayaran
- Catatan alarm suhu menjadi bukti bila ada klaim
- 05
Dokumen dan pembayaran
Dokumen asli seperti B/L, invoice, dan sertifikat dikirim ke bank atau pembeli. Pada L/C, bank memeriksa kesesuaian dokumen sebelum membayar. Asuransi kargo aktif sepanjang perjalanan.
- Telex release mempercepat pelepasan tanpa menunggu B/L asli
- Manifest diserahkan ke otoritas pabean tujuan sebelum kapal tiba
- 06
Pembaruan ETA dan pra-kedatangan
Agen di tujuan mengirim arrival notice. Penerima dan PPJK menyiapkan deklarasi impor sebelum kapal tiba agar proses di pelabuhan tujuan berjalan cepat.
- Pengajuan deklarasi sebelum tiba memangkas waktu tunggu di pelabuhan
- Rencana trucking dan slot DC disusun dari ETA terbaru

Ukuran kinerja
KPI yang dipantau di tahap ini
Target berikut adalah acuan praktik baik. Angka aktual menyesuaikan kontrak, komoditas, dan rute.
Keandalan jadwal
Dipantau per layanan
Kapal yang tiba sesuai jadwal. Dipakai untuk memilih layanan dan pelayaran paling andal.
Akurasi ETA
± 1 hari
Selisih ETA terakhir dengan waktu tiba aktual.
Suhu reefer dalam batas
100% waktu
Tidak ada penyimpangan suhu di luar toleransi selama pelayaran.
Dokumen siap sebelum tiba
100%
Dokumen pelepasan dan deklarasi impor siap sebelum kapal sandar.
Risiko & mitigasi
Apa yang bisa salah, dan cara mencegahnya
Risiko
Pencegahan
Risiko: Kontainer tertinggal saat transshipment
Pencegahan: Pilih layanan dengan koneksi andal dan pantau status di setiap pelabuhan.
Risiko: Cuaca buruk atau kongesti pelabuhan
Pencegahan: Waktu cadangan dalam rencana, opsi rute alternatif, dan komunikasi ETA yang proaktif.
Risiko: Kerusakan atau kehilangan di laut
Pencegahan: Asuransi dengan cakupan luas (ICC A), dokumentasi stuffing, dan lashing yang benar.
Risiko: Dokumen asli terlambat sampai
Pencegahan: Gunakan telex release, sea waybill, atau kurir ekspres untuk dokumen.
Titik serah terima
Kapal sandar di pelabuhan tujuan dan pelepasan kargo beralih ke agen pelayaran setempat.
Tips praktis
- Pantau perubahan ETA setiap hari. Selisih satu hari bisa menggeser seluruh jadwal di hilir.
- Pastikan nilai pertanggungan mencakup nilai barang, ongkos, dan margin. Praktik umum memakai 110% dari nilai CIF.