Perawatan Barang, Fasilitas & Peralatan
Gudang kelas dunia dirawat setiap hari, bukan saat rusak.
Selama barang menunggu, gudang utama menjaga tiga hal sekaligus: kondisi barang, kesiapan fasilitas, dan keandalan peralatan termasuk kontainer. Program perawatan berjalan terjadwal di CMMS, didukung pemantauan sensor dan inspeksi rutin.
- Durasi umum
- Berkelanjutan selama barang disimpan
- Lokasi
- Seluruh area gudang, bengkel MHE, dan depo perawatan kontainer
- Pelaku utama
- 5 pihak terlibat
Masukan
- Stok yang sedang disimpan
- Daftar aset dan jadwal perawatan di CMMS
- Data sensor dan laporan inspeksi
Keluaran
- Barang tetap dalam kondisi baik
- Peralatan dan fasilitas siap pakai
- Kontainer layak muat (cargo-worthy)
Langkah demi langkah
6 langkah kerja di tahap ini
Urutan kerja yang umum dipakai operator berpengalaman, lengkap dengan hal yang wajib diperiksa di setiap langkah.
- 01
Perawatan kargo
Suhu dan kelembapan dipantau terus menerus, umur stok diawasi, dan kemasan yang rusak diperbaiki di area VAS dengan dokumentasi.
- Alarm otomatis bila suhu keluar batas, misalnya cold room 2–8 °C
- Pengendalian hama terpadu dengan inspeksi berkala oleh vendor bersertifikat
- 02
Pemeliharaan fasilitas
Rak, lantai, dock, atap, kelistrikan, HVAC, dan sistem proteksi kebakaran diinspeksi dan dirawat sesuai jadwal.
- Rak diinspeksi visual setiap minggu dan oleh ahli independen setiap tahun
- Panel listrik dipindai thermography untuk menemukan titik panas sebelum terjadi kebakaran
- 03
Perawatan peralatan MHE
Operator melakukan P2H sebelum setiap shift. Mekanik melakukan servis berkala berdasarkan jam operasi, dan baterai dikelola di ruang charging.
- Unit yang gagal P2H dikunci dan diberi tag sampai selesai diperbaiki
- Riksa uji K3 berkala untuk alat angkat, dan operator wajib bersertifikat SIO
- 04
Perawatan dan perbaikan kontainer
Kontainer disurvei setiap masuk depo. Kerusakan diestimasi, disetujui pemilik, lalu diperbaiki sesuai standar IICL atau standar pelayaran, dicuci, dan dinilai kelayakannya.
- Kontainer reefer menjalani PTI sebelum dipakai
- Validitas pelat CSC diperiksa sebelum kontainer dilepas ke pengguna
- 05
Work order di CMMS
Setiap temuan menjadi work order: diprioritaskan, dijadwalkan, dikerjakan dengan prosedur LOTO, diuji, lalu riwayatnya dicatat.
- Prioritas darurat ditangani dalam hitungan jam
- Riwayat perbaikan dipakai untuk menyempurnakan jadwal preventif
- 06
Pemantauan prediktif
Sensor getaran, suhu, dan arus listrik pada conveyor, kompresor, dan alat angkat memberi tanda dini sebelum terjadi kerusakan.
- Tren data menentukan waktu perbaikan yang paling tepat
- Mengurangi downtime tak terencana dan pembelian suku cadang darurat

Ukuran kinerja
KPI yang dipantau di tahap ini
Target berikut adalah acuan praktik baik. Angka aktual menyesuaikan kontrak, komoditas, dan rute.
Uptime peralatan
≥ 95%
Persentase waktu peralatan siap pakai saat dibutuhkan.
Kepatuhan jadwal preventif
≥ 95%
Work order preventif yang selesai tepat jadwal.
MTTR
≤ 4 jam
Rata-rata waktu memperbaiki peralatan MHE.
Kerusakan barang selama simpan
≤ 0,05%
Volume barang yang rusak saat berada di gudang.
Risiko & mitigasi
Apa yang bisa salah, dan cara mencegahnya
Risiko
Pencegahan
Risiko: Cold room gagal pada malam hari
Pencegahan: Alarm berlapis ke ponsel teknisi siaga, genset otomatis, dan rencana pemindahan darurat.
Risiko: Forklift rusak di jam sibuk
Pencegahan: Servis preventif, unit cadangan, dan stok suku cadang kritis.
Risiko: Kontainer rusak dilepas ke pengirim
Pencegahan: Survei wajib, standar perbaikan yang jelas, dan pemeriksaan akhir sebelum kontainer dilepas.
Risiko: Kebakaran di area charging atau gudang B3
Pencegahan: Ventilasi, detektor, pemisahan area, dan inspeksi proteksi kebakaran rutin.
Titik serah terima
Barang, peralatan, dan kontainer dinyatakan siap untuk proses keluar.
Tips praktis
- Rasio perawatan preventif terhadap korektif yang sehat berada di kisaran 80 banding 20.
- Libatkan operator dalam perawatan harian. Mereka yang pertama kali merasakan perubahan suara atau getaran mesin.